Pembaiatan Imam Mahdi [ Proses dan tempatnya ]


Pembaiatan Imam Mahdi  [ Proses dan tempatnya ]
Ka'bah, Makah
Pembaiatan Imam Mahdi [Proses dan tempatnya] - Imam Mahdi as adalah pemuda yang sangat soleh, sehingga sifatnya diserupakan dengan sifat Rasulullah saw. Salah satu sifatnya ialah sama sekali tidak berambisi untuk menjadi pemimpin. Proses pembaiatannya juga dilakukan secara paksa oleh kalangan ulama-ulama soleh dan para kekasih pilihan Allah swt. Yang menemuinya disebuah tempat diantara rukun (Hajar al-Aswad) dan maqam (Maqam Ibrahim).

Bahkan Sebelum dibaiat sebagai Imam Mahdi, calon Imam Mahdi sama sekali tidak tahu bahwa dirinya adalah al-Mahdi.

Imam Mahdi beberapa kali menolak untuk di baiat menjadi khalifah karena saking beratnya masalah yang akan dihadapinya. Sehingga pada suatu malam ketika menerima pembaiatannya Allah swt mengislahnya.

Dalam suatu riwayat dari ‘Ali Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَلْمَهْدِيُّ مِنَّا أَهْلَ الْبَيْتِ، يُصْلِحُهُ اللهُ فِيْ لَيْلَةٍ.

‘Al-Mahdi dari keturunan kami; Ahlul Bait, Allah akan memperbaikinya dalam satu malam.’”
[ Musnad Ahmad (II/58, no. 645), tahqiq Ahmad Syakir, beliau berkata, “Sanadnya shahih,” dan Sunan Ibni Majah (II/1367).]
 
Keterangan lain disampaikan Imam Ali al-Qori,

يُصْلِحُهُ اللَّهُ فِي لَيْلَةٍ” أي: يصلح أمره ويرفع قدره في ليلة واحدة أو في ساعة واحدة من الليل ; حيث يتفق على خلافته أهل الحل والعقد فيها
 
‘Allah memperbaikinya dalam semalam’ artinya Allah memperbaiki urusannya, mengangkat kemualiaannya dalam waktu semalam, dalam satu waktu di malam itu, di mana para tokoh masyarakat sepakat untuk membaiatnya sebagai khalifah. (Mirqah al-Mafatih, )

Dalam hadits diatas jelaslah bahwa dalam satu malam Allah swt memberikan ilmu, memberikan kekuatan dan kemampuan untuk memimpin dan kelebihan-kelebihan lainnya. 

Pembaiatan Imam Mahdi [proses dan tempatnya]


Menurut Syeikh Nu'aim bin Hammad (salah satu guru Imam Bukhari) dalam himpunan atsar akhir zaman, bahwa orang yang akan membai'at Imam Mahdi bukanlah orang awam biasa, melainkan para ulama soleh dan para aulia yang telah dipilih Allah swt. Karena mereka saja yang akan lebih mengenal ciri-ciri Imam Mahdi melalui ilmu yang telah dikaruniakan Allah swt.

Karena akhlak Imam Mahdi menyerupai akhlak Rasulullah SAW, maka para ulama dan aulia Allah SWT adalah mereka yang layak berada disamping pembaiatannya. mereka bukan saja faqih, alim, soleh dan wali Allah SWT, bahkan lebih mencintai Nabi Muhammad SAW. Mereka inilah yang pernah dan sudah melihat akhlak Nabi Muhammad SAW di dalam mimpi-mimpi mereka, kerana melihat nabi di dalam mimpi adalah sesuatu yang benar adanya.
[ Imam Mahdi hanya menyamai akhlak Rasulullah SAW saja, bukannya wajah baginda. Hal ini berdasarkan pada hadits dari Hudzaifah yang dikeluarkan oleh Abu na'im dan hadits dari Ibn Masud yang dikeluarkan oleh at-thibrani dengan isnad yang "sahih" ]

Di dalam Musnad Imam Ahmad, beliau mengeluarkan sebuah hadits dari Abu Qatadah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda :

"Diberikan bai'at kepada seorang lelaki di tempat antara rukun (Hajar al-Aswad) dan maqam (Maqam Ibrahim) dan tidak ada yang menduduki Bait Allah (pada masa itu) kecuali yang berhak melakukannya."



Gambar Ka'bah Posisi Hajar Aswad dan Maqom Ibrahim:
 
Pembaiatan Imam Mahdi  [ Proses dan tempatnya ]

Dari Ummu Salamah ra, diriwayatkan secara marfu' :
Akan terjadi perbedaan pendapat ketika wafatnya seorang khalifah. Kemudian salah seorang lelaki penduduk Madinah pergi keluar menuju Mekah. Penduduk Mekah menemuinya, memintanya keluar dari rumah, padahal ia tidak menyukainya. Kemudian mereka membai'at lelaki itu di antara rukun (Hajar al-Aswad) dan maqam (Maqam Ibrahim). Kemudian datanglah satu pasukan dari Syam untuk memeranginya. Pasukan itu diserang di padang pasir yang tandus, yang terletak di antara Mekah dan Madinah. Ketika orang-orang soleh Syam dan sekelompok orang Iraq mengetahui itu, mereka mendatangi lelaki tersebut dan membai'atnya (di antara Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim). Saat itu muncul seorang lelaki Quraisy yang memiliki garis keturunan dari pihak ibu Bani Kilab. Lalu lelaki Quraisy itu mengirimkan pasukan untuk memerangi orang-orang yang membai'at tadi berhasil mengalahkan pasukan yang dikirim lelaki Quraisy itu. Pasukan lelaki Quraisy tersebut bagaikan anjing. Merugilah orang-orang yang tidak menyaksikan rampasan perang Bani Kilab itu. Kemudian lelaki itu membagikan harta itu. Dia menerapkan sunnah Nabi SAW sehingga Islam menjadi terhormat di muka bumi ini. Lelaki itu (al-Mahdi) memerintah selama tujuh tahun, kemudian wafat dan kaum Muslimin mensolatkannya.
[ Hadit Riwayat Abu Daud dalam Sunannya (4/475, hadits 4286); Hadits Riwayat Imam Ahmad dalam Musnadnya (6/316); Hadits Riwayat Ibn Hibban dalam Sahihnya di dalam Mawarid adz-Dzaman (hlm 464, hadits 1881). Hadits Riwayat At-Thibrani dalam Mu'jam al-Ausath (2/90, hadits 1175). hadits ini diriwayatkan juga oleh Ibn Abi syaibah dan Abu Yu'la. Al-Haitami berkata,"Para perawi hadits ini merupakan perawi hadits sahih." Lihat Majma' az-Zawaa'id (7/315). ]

Sahabat sekalian, artikel tentang proses dan tempat pembaiatan Imam Mahdi ini tidak lain agar kita sebagai muslim lebih yakin atas janji Allah SWT dan Rasulnya. Bahwa kemunculan Imam Mahdi adalah murni sekenario Allah SWT yang diberitakan kepada kita melalui Nabinya. Yang akan muncul, lalu dibaiat dan dijadikan pemimpin/khalifah umat Islam. Maka tatkala peristiwa tersebut telah terjadi, berarti pase akhir zaman telah dimulai………………….

Kapan peristiwa tersebut akan terjadi? Apakah kita akan mengalaminya ? hanya Allah SWT lah yang mengetahuinya. Walloohu a’lam bish showwab.

 

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Pembaiatan Imam Mahdi [ Proses dan tempatnya ]"

  1. sangat membantu saya gan karena saya seneng baca artikel dengan niche ini

    ReplyDelete

Semoga bermanfaat, silahkan bagikan artikel ini. Mohon berkomentar yang relevan, tidak membuat spam, dan jangan lupa, tinggalkan saran, atau masukan teman-teman di kolom komentar. Terimakasih